UPI Cibiru
UPI Cibiru
UPI
022-7801840 Mon - Fri 07:00 - 16:00 Jl. Raya Cibiru KM 15 Bandung 40393
022-2013163 Mon - Fri 07:00 - 16:00 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Universitas Pendidikan Indonesia
Kampus Cibiru
Certified
ISO 9001:2015
Pionir #1
Prodi RPL Jenjang S-1 di PTN se-Indonesia

Prodi RPL Menyelenggarakan PKM Kewirausahaan, “Menciptakan Jiwa Technopreneur bagi Mahasiswa Melalaui Program Inkubasi Bisnis”

Bandung – Rovolusi Industri 4.0 memberikan dampak positif yang dapat membantu aktifitas kegiatan manusia, yang pada mulanya dilakukan dengan tradisional dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Pada masa pandemik seperti ini tidak ada alasan untuk tidak produktif selama tetap di rumah, dengan adanya teknologi inilah dapat membantu aktifitas kehidupan sehari-hari. 

Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Prodi Rekayasa Perangkat Lunak UPI Kampus Cibiru ialah mengadakan webinar pengabdian kepada masyarakat bidang kewirausahaan dengan tema “Program Inkubasi Bisnis untuk Menumbuhkan Jiwa Technopreneur” yang diikuti oleh kalangan dosen, mahasiswa serta penggiat bisnis.

Pada kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tersebut, Prodi Rekayasa Perangkat Lunak mengundang Dr. Acep Supriadi, M.Pd., MAP, (Dosen UPI FPIPS) yang selalu aktif dalam membimbing, pendampingan dan memotivasi mahasiswa dalam praktik bisnis diberbagai usaha untuk dicetak sebagai calon pengusaha muda. Kegiatan inipun dilandasai pada permasalahan yang muncul kurangnya rasio jumlah pelaku wirausaha dengan jumlah penduduk warganya karena syarat sebagi negara maju ialah memiliki rasio 14% [123]. 

Keadaan saat ini menurut data BPS, yaitu jumlah masyarakat Indonesia yang berwirausaha meningkat tiap tahunnya sebesar 3.10% dari 225 juta jumlah penduduk Indonesia.

Namun rasio tersebut  masih cukup tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga, yaitu Singapura 7%, Malaysia 6 persen, Thailand 5 persen [45678]. 

Selain itu juga, Menurut Undang – Undang No. 12 Tahun 2012 Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam mencipakan sumberdaya yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan berbagai karya atau produk yang dapat mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, Perguruan tinggi memiliki potensi untuk menciptakan enterpreneur yang dapat memanfaatkan teknologi atau disebut dengan istilah technopreneur. Melalui program ini juga sebagai bekal bagi mahasiswa untuk memiliki pola berfikir dan menanamkan bakat yang semula sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi penyedian lapangan pekerjaan (job creator).

Dr. Acep Supriadi menambahkan, Kunci sukses seorang pebisnis atau enterpreneur pada masa krisis(C-19) ialah memiliki kemampuan MENJUAL antara lain dengan cara UNIK (kreafif, berbeda, nyeleneh dan inovatif).Contoh dalam mental menjual yang tanpa disadari sudah dimiliki oleh kemampuan sesorang antara lain menjual ide, mejual kompetensi, menjual performan, menjual suara, menjual wajah, menjual body language, menjual produk dan lain sebagainya.

Serta karakteristik yang perlu diterapkan pada individu antara lain Percaya diri, Memiliki Minat, Dapat bersepakat, Memiliki ambisi, Berjiwa penjelajak, suka mencoba hal yang batu, dan lain sebagainya.

Semua kegiatan menjual saat ini dapat dilakukan dengan tools atau bantuan alat teknologi secara virtual atau maya. Saat inipun untuk melakukan kegiatan menjual lebih mudah dengan berkembangnya marketplace di Indonesia antara lain Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lain sebagainya[9]. Acara ini di tutup dengan beberapa pesan yang harus dimilik sebagai pengusaha yang beretika dan sehat antara lain:

  1. JUJUR. Hal terpenting sukses usaha, semua hal, kepada siapa pun, memberikan informasi kelebihan/kekurangannya
  2. KOMITMEN (semua janji dalam memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan sesuai janji).
  3. LOYALITAS/KESETIAAN (bekerja sesuai dengan SOP, tujuan, dan tidak mencampuradukan kepentingan pribadi).
  4. KEPEDULIAN (simpati dan baik hati) memberikan keputusan yang banyak manfaatnya kepada konsumen, masyarakat, dan lingkungan).
  5. MEMATUHI ATURAN (mematuhi/taat baik secara tertulis/tdk tertulis kepada aturan hukum dan perundangan yg berlaku,  hingga berwibawa).

Referensi :

  1. https://nasional.kompas.com/
  2. https://economy.okezone.com/
  3. https://neraca.co.id/
  4. https://kemenperin.go.id/
  5. https://www.antaranews.com/
  6. https://kumparan.com/
  7. https://koinworks.com/
  8. https://ekonomi.bisnis.com/
  9. https://kumparan.com/
About the author

Leave a Reply